Aku tidak memilih menjadi insan biasa

Tahukah anda ? Ada satu judul puisi yang paling sangat inspirasional dan menyentuh jutaan orang. Puisi ini berjudul Aku tidak Memilih Menjadi Insan Biasa, karangan Dean Alfange. Tahun 1998 ketika saya mengikuti sebuah seminar motivasi . Dimana salah satu bahan yang disharingkan kepada kami adalah puisi ini. Setiap peserta diwajibkan membaca dan menghapalkannya dalam hati. Sampai dengan sekarang puisi ini menjadi sebuah pemicu didalam kehidupan saya. Pada saat sedang dalam kondisi demotivasi. Maka secara cepat saya membaca setiap bait dari puisi ini. Dan betul dalam waktu singkat, semangatpun kembali bergairah. Untuk itulah saya mensharingkan kepada teman-teman tentang isi puisi ini.
Paragraf Pertama berbunyi :
Aku tidak memilih menjadi insan biasa
Memang hakku untuk menjadi luar biasa
Setiap orang mempunyai hak untuk menjadi sukses. Kalau boleh meminjam istilah Bapak Andrie Wongso,”Success is my right.”. Sukses adalah hak saya. Setiap manusia tidak peduli latar belakangnya mempunyai kesempatan untuk sukses. Mulai saat ini pilihlah sebuah keputusan bahwa ANDA adalah Insan Luar Biasa.
Paragraf Kedua berbunyi :
Aku mencari kesempatan bukan perlindungan.
Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung
Rendah diri dan terpedaya karena dilindungi pihak berkuasa
Aku siap menghadapi resiko terencana
Berangan-angan dan membina
Untuk gagal dan sukses
Bila ingin sukses kita harus mencari kesempatan bukan perlindungan. Ingat, belas kasihan yang diberikan orang lain kepada kita hanya sementara. Bila kita tidak keluar dari kondisi ini, maka kita akan terkungkung oleh pikiran kita sendiri. Dan alasan klasik pun pasti sering muncul. ”Ini sudah nasibku. Aku orang miskin”. Hapuskan semuanya dalam pikiran. Siapkan diri. Hadapi tantangan kedepan. Maju terus.
Paragraf Ketiga berbunyi:
Aku menolak menukar insentif dengan derma
Aku memilih tantangan hidup daripada derma
Aku memilih tantangan hidup daripada kehidupan yang terjamin,
Kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.
Aku tidak akan menjual kebebasanku,
Tidak juga kemuliaanku untuk mendapatkan derma,
Tantangan hidup membuat kita menjadi benar-benar hidup. Semakin banyak tantangan dalam hidup kita membuat diri kita menjadi kuat. Mengharapkan bantuan orang lain di zaman sekarang adalah sia-sia sekali. Sampai kapan mereka bisa membantu kita? Tidak ada jalan lain. Kita adalah satu-satunya orang yang bisa membantu diri kita sendiri. Keluar secepatnya dari zona nyaman. Siap dan hadapi tantangan hidup. Kobarkan semangat juang untuk menghadapi pertempuran dalam gelombang kehidupan iniKarena hidup ini bukan utopia yang basi. Bila ingin melihat kenyamanan, silahkan datang ke kuburan.
Paragraf Keempat berbunyi:
Aku tidak akan merendahkan diri
Pada sembarang atasan dan ancaman.
Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani
Untuk berpikir dan bertindak untuk diri sendiri.
Untuk meraih segala keuntungan hasil kerja sendiri
Dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata:
”Ini telah kulakukan!”
segalanya ini memberikan makna seorang insan
Tugas kita setiap hari adalah melakukannya yang terbaik bagi kita sendiri. Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih untuk sukses. Jangan menunggu kondisi membaik, tapi lakukan sesuatu agar kondisi menjadi baik. Ingatlah bahwa anda adalah satu-satunya orang yang tidak pernah kalah dalam hidup ini. Diri anda sendirilah yang menjadi musuh terbesar untuk sukses. Betulkan diri anda sendiri, baru anda bisa betulkan dunia.
Copy By : Must Entjcup
01:19 | | 0 Comments
Mencapai Kesuksesan
7 Kebiasaan yang harus di lakukan untuk mencapai kesuksesan
Menabur Pikiran, menuai Tindakan; Menabur tindakan, menuai Kebiasaan; Menabur Kebiasaan, menuai Karakter; Menabur Karakter, menuai Nasib -- Samuel Smiles
Dulu sewaktu mahasiswa saya pernah membaca buku karangan Stephen R Covey ini, namun terus terang susah sekali memahaminya. Lebih mudah memahaminya setelah melihat VCD punya teman. Tapi waktu ikut trainingnya, jadi lebih paham lagi. Apalagi saat ini saya senang sekali belajar enterpreunership, managerial, dan pengembangan diri. Jadi, tentu saja mempunyai perspektif yang lebih luas jika dibandingkan dengan perspektif dulu ketika mahasiswa.
Inti dari buku ini cukup sederhana dan mudah dipahami, yaitu kita akan berubah dari ketergantungan menuju Kemandirian (Kemenangan Individu dalam istilah Covey) dengan memperbaiki diri kita sebagai seorang individu, yaitu penguasaan diri dan disiplin diri. Namun, supaya menjadi individu yang kompeten (efektif) pada akhirnya kita harus bisa berkolaborasi dengan orang lain sehingga memunculkan adanya salingketergantungan dengan melakukan hubungan yang lebih mendalam dan jangka panjang, yang dalam tahap ini Covey memberikan istilah "Kemenangan Publik". Ya, kita tidak bisa hidup di dunia ini sendiri. Kita perlu berkolaborasi dengan orang lain. Dan kebiasaan kita ditutup dengan "Asahlah Gergaji" yang intinya "Continous improvement".
PRINSIP EFEKTIVITAS adalah hal utama yang harus dipegang dalam menjalankan The 7 Habits ini. Efektivitas adalah mendapatkan hasil yang baik hari ini (produksi) dengan cara yang memungkinkan kita untuk mendapatkan hasil yang terus-menerus (berkesinambungan). Nantinya, dalam menentukan apakah suatu tindakan/sikap akan efektif atau tidak akan didasarkan pada prinsip ini.
1. Menjadi Proaktif
Kebiasaan yang pertama diawali dari mindset atau pola pikir kita. Kita harus sadar sepenuhnya bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Orang yang efektif berprinsip bahwa hidup adalah pilihan, sehingga sadar bahwa keadaan saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan sendiri di masa lalu. Orang yang proaktif bersikap didasari pada prinsipnya (yaitu bebas memilih dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil), sedang orang yang reaktif berbuat sebagai hasil dari reaksi apa yang terjadi di luar dirinya.
Orang proaktif sadar bahwa dirinya adalah programmer untuk dirinya. Dia sendiri yang mengatur dirinya, bukan situasi diluar yang mengatur tindakannya.
Ada perbedaan yang mendasar antara orang proaktif dan reaktif (walaupun dua-duanya sama-sama aktif), yaitu bahwa setelah terjadi stimulus, orang reaktif akan berhenti sejenak untuk berfikir sebelum melakukan respon yang layak. Sedangkan orang yang reaktif akan langsung memberikan respon seketika setelah ada stimulus, tanpa adanya jeda untuk memilih atau berfikir.
Di saat jeda memilih tersebut, orang Proaktif akan melakukan STEP: Stop - Think - Evaluate - Proceed. Dan sah-sah saja jika Anda memiliki metoda lain dalam berfikir, misalnya BRAIN: Benefit-Risk-Altenative-Instinc-No respone.
Di dalam melihat suatu hal, orang yang proaktif akan mengajukan pertanyaan: HOW dan WHAT yaitu berusaha mencari solusi, sedangkan orang yang reaktif akan mengajukan pertanyaan WHY, WHEN, dan WHO.
2. Mulai dengan Tujuan Akhir
"Tolong beritahu saya, jalan mana yang harus saya ambil?" kata Alice.
"Hal itu tergantung kemana kamu kan pergi," kata Kucing.
"Saya tidak peduli akan ke mana saya," kata Alice.
"Kalau begitu, tidak ada bedanya jalan manapun yang kamu ambil," kata Kucing.
Dicuplik dari Petualangan Alice di Negeri Ajaib
Tujuan akhir, VISI, adalah sesuatu yang mendorong seseorang berbuat. Jika seseorang mempunyai cita-cita yang tinggi tentunya ia akan bekerja lebih keras dan tekun daripada orang yang mempunyai cita-cita yang lebih rendah.
Orang yang efektif akan mempunyai cita-cita yang tinggi, dan cita-cita tersebut dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan dan menjalani hidupnya. Orang yang tidak efektif akan menjalani hidup tanpa tujuan, menjalani hidup apa adanya, mengikuti kemana arus akan membawanya.
Sebagai seorang insan, kita hidup dengan banyak peran. Sebagai individu yang bertanggung jawab kepada diri sendiri, sebagai Ayah/Ibu, kepala keluarga, profesional atau pengusaha. Masing-masing peran tersebut menuntut kompetensi yang berbeda-beda, tentu saja akan mempunyai tujuan yang berbeda pula. Lalu, apa tujuan/keinginan kita untuk masing-masing peran tersebut? Apa yang ingin anak Anda katakan kepada Anda sebagai orang tua saat ulang tahun Anda yang terakhir? Anda yang tahu jawabannya.
3. Dahulukan yang Utama
First think First. Ya, jika kita tidak mempunyai prioritas, maka kita akan menjadi terlihat sibuk namun tidak menghasilkan apa-apa, karena semuanya dikerjakan. Orang yang efektif akan mendahulukan hal-hal yang penting, sedangkan orang yang tidak efektif akan mendahulukan hal-hal yang mendesak, sehingga akan senantiasa merasa dikejar2 waktu. Tentu saja ini akan menjadi beban mental (stress) jika terjadi berkepanjangan.
Selayaknya apa yang kita kerjakan didasarkan pada skala prioritas. Mana yang paling efektif dikerjakan dulu, baru berfikir efisiensi. Sudah tentu, pedoman untuk bisa memilih mana yang harus didahulukan adalah kita harus mempunyai tujuan akhir dahulu.
Orang yang efektif akan berusaha mengurangi pekerjaan yang urgent (penting dan mendesak) dengan mengerjakan hal-hal yang penting namun tidak mendesak. Jadi, silakan buat rencana mingguan Anda.
Jika kita mengerjakan tiga sikap ini secara konsisten, kita akan menjadi pribadi yang mandiri, efektif secara individu. Dengan menjadi pribadi yang mandiri, maka kita layak menjadi seorang individu yang layak dipercaya karena komitmen kita, atau dalam istilah Covey adalah mendapat Kemenangan Pribadi.
Sikap berikutnya adalah bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang efektif dalam berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain:
4. Berfikir Menang-menang Kebiasaan ini membawa kita kembali untuk melihat mindset kita. Bagaimana kita bisa senantiasa berfikir menang-menang dalam berhubungan dengan orang lain. Untuk bisa berhubungan menang menang, inisiatif bisa datang dari salah satu atau kedua orang yang berhubungan. Untuk bisa melakukan tindakan ini, kita tidak hanya membutuhkan tenggang rasa yang tinggi, tapi juga keberanian yang tinggi dari diri kita.
Untuk bisa melakukan sikap ini, kita harus sadar bahwa apa yang ada di dunia ini melimpah bagi setiap orang dan berlimpah untuk dibagi. Jadi, selama kita merasa bahwa sesuatu jumlahnya terbatas, maka kita akan sulit berinisiatif melakukan kebiasaan menang-menang.
Sebagai prinsip dari sikap ini adalah bahwa hubungan jangka panjang yang efektif membutuhkan saling menghargai dan manfaat bersama.
5. Berusaha Memahami Dulu Baru Minta Dipahami
Dalam berhubungan dengan orang lain, pasti kita berkomunikasi dengannya. Nah, supaya komunikasi kita menjadi lebih efektif biasakanlah berkomunikasi dengan empati, kelihatannya akan memakan waktu yang lama, namun sebetulnya akan lebih efektif daripada kita berkomunikasi dengan cara lain, adu argumen misalnya.
Paradigma orang yang efektif adalah bahwa ia mendengarkan untuk memahami, sedangkan orang yang tidak efektif mendengarkan untuk menjawab.
6. Sinergi
Akhirnya setelah kita bisa menjadi seorang individu yang mandiri (karena efektif secara individu), dan kita bisa berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain dengan baik dengan berfikir menang-menang dan berkomunikasi dengan empati, kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan kita dan orang lain.
Orang yang efektif berfikir bahwa dengan bersama-sama akan mencapai tujuan yang lebih baik, sedangkan orang yang tidak efektif akan memaksa orang lain untuk mengikuti caranya, atau dengan kompromi.
Akhirnya, dengan tambahan tiga sikap ini (sikap 4-5-6), kita akan menjadi seorang individu yang dipercaya oleh orang lain karena kita bisa mengambil hati orang lain.
Dan agar kita menjadi individu yang efektif, ditutup dengan kebiasaan terakhir:
7. Asahlah Gergaji
Inti dari kebiasaan yang terakhir adalah kita senantiasa mengembangkan kemampuan kita dari segi Fisik, Mental/Pikiran, Sosial/Emosional, dan Spiritual.
* Fisik: Olahraga, makan, dan istirahat seimbang dan manajemen stress yang baik.
* Mental: Membaca, menulis, belajar, dan meneliti.
* Sosial/Emosional: Membangun hubungan yang baik dengan orang lain, menjaga EQ kita.
* Spiritual: melayani,meditasi, berdoa, ibadah, mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa...
Copy By : Must Entjcup
01:10 | | 0 Comments
Panduan Praktis Membuat Facebook !
Panduan Cara Membuat Account Facebook
1. Masuk ke halaman muka facebook
2. Ketemu 5 kolom bertajuk Sign Up - it’s free and anyone can join? Ok, isi kolom tersebut.
3. Nama lengkap anda di kolom Full Name
4. Alamat e-mail (Yang anda gunakan) di kolom Your Email
5. Password yang anda inginkan di kolom New Password
6. Jenis kelamin anda di I Am, Male untuk laki - laki dan Female untuk perempuan
7. Tanggal lahir anda di birthday
8. Klik Sign Up.
9. Setelah menklik sign up, anda akan derikan sebuah captcha, atau image verification. Satu metoda untuk memastikan apakah anda benar - benar manusia atau hanya spambot, program spamming. Sekarang, perhatikan tulisan acak yang tertera, lalu tuliskan di kolom Text in the box. Klik sign up lagi
Setelah prosedur ini, halaman berisi terima-kasih-untuk-sign-up-selanjutnya-cek-email-anda akan muncul . Sekarang, buka account e-mail anda.
Sebentar, Tidak bisa sign up facebook? Anda ditolak oleh Facebook?
Facebook memiliki sistem verifikasi penamaan yang cukup ketat. Mereka (sebenarnya) hanya mengizinkan penggunaan nama asli anda sebagai display name. Jika anda menggunakan nickname, terutama yang mengandung unsur numerik, atau menggunakan font besar kecil menyebalkan ala abg s3P3rt1 iN1, siap - siap mengisi kolom lagi karena permintaan aplikasi sebagai anggota anda akan ditolak.
Ok, sekarang sudah masuk account email anda?
Sudah menerima e-mail verifikasi dari facebook?
Sekarang buka emailnya, dan klik link yang diberikan pada e-mail tersebut
Voila! Anda dibawa ke sebuah halaman facebook! Account facebook anda sudah jadi! :D
Well, facebook berusaha membuat aplikasinya senyaman mungkin digunakan. Maka dari itu, halaman pertama yang anda jumpai sekarang adalah halaman getting started. Panduan memulai untuk facebook.
Memulai Aktifitas Anda di Facebook
1. Sekarang, anda di hadapkan dengan fitur “import friend” dari account e-mail anda. caranya mudah, cukup tulis alamat email dan password anda. Tapi jika anda enggan, lewati saja dengan menekan link skip this step di bawah
2. Sekarang, anda di hadapkan dengan form Fill Out Yor Profile Info. Isi informasi anda mengenai sekolah, universitas, dan tempat kerja anda, hal ini akan memudahkan fitur “friend finder” nantinya
3. Setelah langkah kedua, anda akan diberikan form kosong untuk memilih network. Network di facebook merupakan fitur pembagian yang serius, dan jangan main - main dengan hal ini. Klik link other countries di bawah kolom, lalu pilih Indonesia. Klik Join.
Well Done! Proses mendaftarkan diri anda ke facebook sudah beres. Memahami panel facebook dapat anda lakukan seiiring dengan perjalanan waktu. Namun secara garis besarnya, pemahaman dasar mengenai panel - panel facebook akan kita bahas di post selanjutnya.
Sekarang, anda bisa mulai bereksperimen dengan berbagai fitur facebook. Mulai dari mana?
* Mulai dengan mengisi profile anda, agar orang lain dapat menemukan anda dengan mudah
* Mulai cari teman anda, dan tambahkan ke friendlist! kita akan melakukan networking kan?
Info tambahan : Facebook sudah mensupport bahasa! Buat Account Facebook Anda berantarmuka bahasa
Well, untuk anda yang kurang mahir berbahasa inggris, tidak perlu takut dan resah, apalagi gelisah (*halah). Facebook sudah mensupport bahasa nasional kita, dan hasilnya cukup bagus.
Cara membuat account facebook anda berantarmuka bahasa.
1. Lihat di bagian bawah halaman. Ada tulisan English (US)?
2. Klik link tersebut, akan muncuk sebuah dropdown
3. Klik pilihan Bahasa Indonesia
4. Voila! Sekarang tampilan facebook anda sudah berbahasa indonesia.
copy by :http://bloggingly.com
22:21 | | 0 Comments